Istilah Penting dalam Membeli Rumah dengan KPR

Hadirnya program rumah subsidi pasti benar-benar menyenangkan buat golongan warga yang sampai kini kesusahan untuk mempunyai tempat tinggal. Pemerintah sebenarnya sudah melahirkan program ini lewat KPR pola fasiltas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada 2010 kemarin. Tetapi sudah sempat berhenti untuk sesuaikan ketentuan yang lebih baru.

Pola baru yang sudah dikeluarkan pada 2016 ialah sarana uang muka 1 % dengan bunga 5 % sepanjang 20 tahun. Sesaat jadi pihak penyalur penting KPR bersubsidi ini ialah bank BTN.

Kelebihan dari rumah subsidi yang dapat dirasa oleh warga diantaranya harga yang dapat dijangkau dibanding dengan KPR biasanya. Dari bagian pengembang pemerintah sudah menunjuk beberapa asosiasi yang terjebak di bidang property seperti REI serta APERSI. Mengenai kelebihan yang lain ialah rumah yang dibuat bukan rumah inden tetapi rumah jadi.

(Simak juga : Kelebihan Membeli Rumah dengan KPR)

KPR ialah service dari bank buat warga yang akan beli rumah lewat cara kredit. Service ini menolong sekali buat kita-kita yang ngebet pengin selekasnya tinggal di dalam rumah sendiri tetapi dana hanya terbatas buat beli kontan.

Jika ingin beli apartemen ada juga service semacam ini. Namanya kredit kepemilikan apartemen (KPA). KPR serta KPR ialah sisi dari kredit kepemilikan property (KPP). Tetapi walaupun sudah tahu masalah service ini, tidak jarang-jarang orang bingung dengan arti di dalamnya. Di bawah ini beberapa istilah dalam KPR yang paling tidak kita tahu sebelum mengambil kredit rumah.

Application Form

Sebelum ajukan kredit Anda diwajibkan isi formulir yang disebutkan application form. Isi dari formulir ini lebih lengkap dari umumnya. Anda harus isi data-data berbentuk data diri, pekerjaan, pendapatan, serta yang lain.

Cicilan

Besarnya pembayaran KPR yang dikerjakan dengan skema angsuran per bulan dalam periode waktu tersendiri. Nominal tiap bulannya telah terhitung cicilan inti kredit serta bunga. Biasanya, harga rumah bersubdisi sudah dibanderol pada rata-rata harga tersendiri. Dengan anggapan pembayaran yang dapat dijangkau per bulannya dan tenor panjang 10 sampai 20 tahun, karena itu rumah bersubsidi dapat jadi jalan keluar buat MBR yang ingin mempunyai rumah murah.

Booking fee

Uang yang diserahkan ke developer jadi bukti jika kita serius ingin beli rumah yang dibuat. Booking fee biasanya akan kurangi jumlahnya keseluruhan uang muka alias DP.

DP atau Uang Muka

DP (Down Payment) atau yang lebih familiar disebutkan uang muka ialah beberapa uang yang dibayarkan nasabah jadi sinyal dimulainya pembayaran awal konsumen pada penjual. Besaran DP untuk semasing rumah berlainan bergantung dari bank yang menyepakati KPR. Nanti DP ini akan diserahkan kepada pihak developer jadi pembayaran awal.

Tahukah Kamu? Annieland Tangerang sedang mengadakan program promo Booking Fee Rp1,5jt langsung pilih unit dan DP nya juga bisa dicicil hingga 6x loh! Segera lihat info promonya di bawah ini!

Biaya KPR

Orang mengatakan biaya yang “tak terlihat”, sebab di luar dari biaya angsuran serta DP yang harus dibayar oleh nasabah. Salah satunya biaya notaris, biaya appraisal, biaya asuransi, serta biaya administrasi.

BI Checking

Tidak beberapa orang tahu tentang kosakata ini. BI checking ialah kontrol kisah kredit nasabah yang merujuk pada data BI (Bank Indonesia). Point ini satu diantara dampak mengapa mengajukan KPR Anda tidak diterima. Berhati-hati bila Anda punyai tunggakan kredit dari bank mana saja, mungkin saja Anda masuk daftar hitam BI, berarti akan sulit mendapatkan KPR.

Ability to pay

Potensi nasabah mencicil KPR. Ini yang nilai pihak bank. Jika dipandang tidak dapat, contohnya upah hanya Rp 4 juta tetapi cicilan Rp 3 juta-an, ya permintaan KPR tentu tidak diterima.

SP3K

SP3K ialah Surat Penegasan Kesepakatan Penyediaan kredit. Surat ini umumnya dikeluarkan oleh bank bila mengajukan kredit KPRmu diterima. Nanti di dalam SP3K ini tercantum beberapa hal yang terkait dengan KPR terhitung jumlahnya utang serta angsuran per bulan. Kamu dapat bernapas lega bila surat ini telah berada di tanganmu.

Tetapi jangan meleng, sebab SP3K ini ada waktu berlakunya jadi kamu harus akad sebelum masa aktif itu habis. Perlu untuk diketahui tiap bank punyai kebijaksanaan sendiri-sendiri atas masa aktif SP3K. Seperti di BTN waktu berlakunya 3 bulan, BNI 3 bulan, sedang Mandiri serta CIMB Niaga 1 bulan. Jadi harus lihat baik-baik ya. Sebab jika sampai terlambat, kamu harus ajukan lagi ke bank. Serta peluang terburuknya, plafond dapat juga turut turun.

Akad

Sama dengan pernikahan, dalam jual beli rumah ada juga akadnya, lho. Tetapi jangan dibayangin akad yang ada penghulu serta maharnya ya. Sebab arti akad yang disebut di sini ialah pernjanjian di antara pihak Bank serta nasabah dalam proses KPR. Nanti kedua pihak akan membuat loyalitas bersama dengan yang mengatakan jika semasing akan melakukan hak serta keharusan sesuai ketetapan yang sudah disetujui. Bila loyalitas ini dilanggar oleh satu diantara pihak, maka ada sangsi yang dipakai.

Akta Jual Beli (AJB)

AJB ialah dokumen bukti jika transaksi rumah itu resmi di mata hukum. Mengapa disebutkan resmi? Sebab di dokumen itu ada tanda-tangan notaris atau petinggi pembuat akta tanah.

Sertifikat Hak Untuk Bangunan (HGB)

Hak Untuk Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Untuk Bangunan (SHGB) adalah hak atas satu orang untuk membangun serta memunyai bangunan-bangunan di atas tanah yang bukan kepunyaannya sendiri.

Tanah itu bisa berbentuk tanah yang dipunyai oleh pemerintah atau tanah yang dipunyai perorangan atau tubuh hukum. Sertifikat Hak Untuk Bangunan (HGB) ini berlaku sampai 30 tahun serta bisa diperpanjang sampai batas waktu 20 tahun.

Sertifikat Hak Milik

Sertifikat Hak Milik yang disebut tahap sertifikat hak atas satu tanah yang paling tinggi atau terkuat. SHM (Sertifikat Hak Milik) ialah type sertifikat yang pemegangnya mempunyai kekuasaan penuh pemilik dari tempat disebuah lokasi dengan luas tersendiri yang tertera dalam surat dengan waktu yang tidak hanya terbatas. Dengan begitu, pemegang sertifikat yang tertera dalam surat jadi pemilik sepenuhnya tanpa terlibat serta peluang pemilikan buat pihak lain.

 

Untuk memperoleh rumah bersubsidi dari pemerintah, ketentuan yang perlu dipenuhi tidak demikian susah. Dalam Ketentuan Kemenpera No. 3 Tahun 2014, disebut jika jika calon konsumen ingin beli dengan KPR-FLPP, karena itu harus penuhi kriteria, diantaranya:

  • WNI berumur minimum 21 tahun;
  • Mempunyai pendapatan masih. Optimal pendapatan Rp 4 juta untuk rumah tapak serta optimal Rp 7 juta untuk rumah sejahtera susun;
  • Mempunyai NPWP;
  • Menyerahkan foto copy SPT serta PPh;
  • Belum mempunyai rumah pribadi;
  • Tidak pernah terima subsidi pemerintah untuk proses kepemilikan rumah.

Jika telah memenuhi syarat pengajuan KPR subidi di atas, waktunya Anda pilih bank penyalur KPR FLPP.

× Chat WhatsApp