Skip to content

Perbedaan Rumah Subsidi dan Non Subsidi

Pahami 8 Perbedaan KPR Subsidi dan KPR Non-subsidi

Rumah merupakan salah satu kebutuhan utama bagi setiap keluarga. Bagi pasangan yang baru menikah terutama, kebanyakan dari mereka akan mencari sebuah hunian yang akan mereka tempati. Namun masalahnya, harga rumah dari hari ke hari semakin melambung tinggi. Jika menunggu dana terkumpul, akan butuh waktu yang sangat lama untuk dapat membeli sebuah rumah. Apalagi bagi mereka yang berpenghasilan tidak terlalu tinggi.

Perbedaan pertama dan mungkin yang paling mencolok dari KPR Subsidi dengan KPR Non Subsidi ialah harga jual rumah tersebut. Untuk sistem KPR Non Subsidi, tentu saja memiliki harga yang lebih tinggi dengan suku bunga yang lebih tinggi pula. Sedangkan untuk KPR Subsidi, sebagian bunga kredit akan dijamin oleh Pemerintah. Dengan demikian, angsuran menjadi flat selama masa kredit berlangsung.

Dari segi fasilitas rumah

Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa yang berbunyi “ana rega ana rupa” yang memiliki makna bahwa baik/buruknya suatu barang dapat dinilai hanya dari harganya. Meski harga bukan satu-satunya faktor, namun harga tetap menjadi bahan pertimbangan utama terkait dengan fasilitas barang yang akan dibeli, tidak terkecuali dengan rumah. Karena harga dan suku bunga yang lebih tinggi, fisik bangunan KPR Non Subsidi pun kebanyakan lebih besar dan unit ruangan di rumah (biasanya) sudah mencakup dapur.

Dari segi KPR

Perbedaan yang ketiga, yakni jelas, perbedaan dari segi suku bunga. Untuk KPR Non Subsidi, suku bunga KPR mengikuti arah pasar. Angsuran pun dapat memilih yang flat (disediakan oleh bank syariah) maupun yang efektif/non-flat (bank konvensional). Sedangkan untuk KPR Subsidi, Pemerintah memberikan subsidi atau bantuan terhadap suku bunga KPR di bank sehingga dapat menjadi lebih murah.

Dari segi spesifikasi

Untuk KPR Subsidi, spesifikasi rumah pastilah jauh berada di atas standar perumahan bersubsidi. Untuk jenis spesifikasinya, setiap pengembang perumahan pasti menawarkan jenis yang berbeda-beda sesuai dengan harga dari perumahan itu sendiri. Sedangkan untuk KPR Subsidi, spesifikasi rumah haruslah mengikuti standar dari Pemerintah untuk dapat masuk dalam kategori rumah layak huni.

Dari segi jalanan perumahan

Jalanan di perumahan dengan KPR Non Subsidi umumnya berupa cor, aspal, atau koblok. Sedangkan jalan perumahan dengan KPR Subsidi pada umumnya ialah pengerasan atau jalan tanah.

Dari segi tipe bangunan

Untuk rumah non-subsidi minimal ialah tipe 36 sedangkan rumah bersubsidi maksimal ialah tipe 36. Baca juga: Jenis Jenis Rumah Tinggal, Cara Membuat Green House.

Dari segi lokasi

Untuk rumah dengan KPR Non Subsidi, seringkali terletak di lokasi-lokasi yang strategis, mudah dijangkau, dan tidak sejauh perumahan bersubsidi. Perumahan bersubsidi hampir tidak mungkin berlokasi di tengah kota. Pada umumnya, terletak di pinggiran kota ( kawasan industry ) atau di daerah yang belum atau sedang berkembang di mana harga tanah di daerah tersebut masih murah.

Dari regi renovasi dan harga jual kembali

Bagi Anda yang memiliki rumah dengan tipe Non Subsidi, biasanya boleh melakukan renovasi sesuka hati dan harga jual nya akan lebih bervariasi. Pada umumnya, kenaikan harga pada rumah non subsidi lebih cepat daripada rumah bersubsidi. Sedangkan untuk rumah bersubsidi, biasanya tidak diperbolehkan untuk melakukan renovasi bangunan selama 2 tahun pertama. Apabila rumah tersebut akan dijual namun kredit belum lunas atau ingin cara over kredit rumah KPR, maka, harga jual harus mengikuti harga rumah bersubsidi lainnya yang sedang berlaku di daerah tersebut.