Skip to content

Rumah Subsidi dan Komersial

Annieland.id – Bagaikan pepatah yang mengatakan “ada harga, ada rupa” begitulah jawaban yang tepat untuk rumah subsidi. Sebagai rumah murah subsidi pemerintah, tentu kualitas bangunan tidak sebagus rumah komersial dengan harga diatas Rp. 400 juta. Terdapat berbagai penurunan spesifikasi untuk meminimalisir biaya pembangunan rumah subsidi. Perbedaan antara rumah subsidi dengan rumah komersial (non subsidi) terletak pada kualitas bangunan.

Rumah subsidi identik dengan penurunan kualitas bangunan. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Hal ini diperlihatkan saat Anda membuka pintu rumah subsidi. Anda akan mendapatkan kusen pintu yang terbuat dari double triplek yang tipis dan cukup ringkih. Begitu juga material daun pintu yang diberikan. Pintu double tripleks yang tipis tersebut sangat mudah rusak. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi Anda untuk mengganti pintu dengan kualitas lebih bagus atau menambahkan pintu besi yang kuat agar tidak mudah dibobol oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Saat Anda akan membuka jendela, Anda akan diberikan jendela dengan kusen yang umumnya terbuat dari kayu. Sangat jarang rumah subsidi memiliki kusen jendela yang terbuat dari stainless steel. Penggunaan material kayu pada eksterior rumah, khususnya sebagai kusen jendela juga akan membuat kusen mudah rusak untuk jangka panjang. Jika Anda memiliki budget lebih, sebaiknya Anda mengganti jendela rumah subsidi dengan material lebih bagus dan lengkapilah rumah Anda dengan teralis sebagai double protection pada rumah Anda.

Setelah jendela rumah subsidi dibuka, Anda akan diperlihatkan tanah pekarangan yang bisa dijadikan taman atau parkiran mobil. Sebagai rumah yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang notabenenya jarang memiliki mobil, maka pembuatan carport oleh developer sangat jarang dilakukan. Sangat tidak lazim bagi developer rumah subsidi untuk melakukan pengecoran untuk pembuatan carport. Developer umumnya hanya melakukan pengecoran minor untuk jalan setapak sebagai akses masuk ke dalam rumah. Tujuannya agar tidak terlalu kotor dengan tanah, khususnya pada saat musim hujan. Anda harus melakukan pengecoran pada tanah di pekarangan rumah subsidi tersebut untuk bisa dijadikan carport dan taman yang indah.

Perbedaan utama pada interior terletak pada kualitas dinding. Jika pada rumah komersial menggunakan bata ringan (hebel) atau bata merah, maka dinding rumah subsidi umumnya menggunakan batako. Batako merupakan kualitas terendah untuk bahan baku pembangunan dinding. Walaupun berkualitas standar, bukan berarti rumah subsidi tidak aman untuk dijadikan hunian. Rumah subsidi tentu saja dibangun berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Jadi, Anda tidak perlu khawatir untuk membeli rumah subsidi karena layak dan aman digunakan sebagai hunian.

Masih berbicara tentang interior rumah subsidi, terdapat beberapa rumah subsidi yang dindingnya dilapisi cat hanya pada bagian luarnya saja. Hal ini tentu akan membuat Anda kurang nyaman untuk tinggal di rumah yang interiornya hanya di aci oleh semen berwarna abu-abu. Namun, beberapa rumah subsidi yang dibangun oleh developer terpercaya juga turut melakukan pengecatan pada interior rumah.

Perbedaan selanjutnya terdapat pada lantai rumah. Lantai pada rumah subsidi pada umumnya menggunakan keramik berkualitas standar. Memang ada beberapa dari rumah subsidi yang hanya menggunakan lantai yang terbuat dari semen yang di aci tanpa menggunakan keramik. Umumnya, rumah subsidi yang dibangun oleh beberapa developer ternama sudah beralaskan keramik. Seiring berjalannya waktu, rumah subsidi yang dibangun belakangan ini sudah mewajibkan penggunaan keramik agar lebih layak digunakan.

Atap pada rumah subsidi menggunakan rangka atap kayu dengan genting. Material kayu lengkap dengan genting merupakan hal yang lazim digunakan dalam pembangunan rumah. Jarang sekali developer menggunakan model atap dak pada rumah segmen menengah ke bawah. Penggunaan plafon digunakan untuk rumah subsidi merupakan hal yang harus diperhatikan. Beberapa developer yang memiliki reputasi baik tentu sudah mengaplikasikan plafon pada properti subsidi yang dijual. Namun, ada beberapa rumah subsidi yang tidak memberikan plafon pada atap rumah. Penggunaan plafon tentu akan membuat rumah Anda semakin nyaman untuk ditinggali. Plafon juga meminimalisir resiko pencuri yang spesialis mencuri melalui atap. Selain itu, plafon juga berfungsi meminimalisir kebocoran saat terjadinya hujan.

Spesifikasi lain yang sering ditetapkan adalah jenis kloset yang digunakan. Umumnya rumah komersial sudah dilengkapi kloset duduk bahkan untuk tipe termurahnya. Namun, berbeda halnya dengan rumah subsidi. Kloset menjadi salah satu spesifikasi yang dijadikan sasaran cutting cost. Kloset pada rumah subsidi biasanya menggunakan kloset jongkok. Penggunaan kloset jongkok dilakukan karena harganya yang lebih murah dibandingkan kloset duduk.

 

 

Sumber: https://www.raywhite.co.id/news/tips-membeli-dan-renovasi-rumah-subsidi-tahun-2020

Share:

Facebook
Twitter