Skip to content

Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) Rumah dan Besaran Uangnya

Annieland.id – Biaya uang muka menjadi salah satu dipertimbangkan masyarakat ketika hendak membeli hunian melalui skema KPR. Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mungkin kesulitan untuk memenuhinya. Namun meski begitu, MBR yang hendak membeli hunian melalui KPR Subsidi dapat memanfaatkan SBUM.

Lantas, apa itu SBUM?

Tertera dalam Peraturan Menteri PUPR No 35 Tahun 2021 tentang kemudahan dan bantuan pembiayaan perumahan bagi MBR. Pada Pasal 1 tertulis, SBUM adalah subsidi pemerintah yang diberikan kepada MBR dalam pemenuhan sebagian atau seluruh uang muka pemilikan rumah. Lalu di dalam Pasal 8 disebutkan, memberikan SBUM untuk jenis kredit atau pembiayaan pemilikan rumah tapak dan sarusun yang telah siap huni, belum siap huni, ataupun melalui sewa beli.

Subsidi tersebut diberikan kepada kelompok sasaran melalui Bank Pelaksana. Sebagai pemenuhan kekurangan sebagian atau seluruh uang muka kelompok sasaran kepada pengembang hal ini tertera dalam Pasal 9.

SBUM sangat Berkaitan dengan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). MBR bisa mengajukan FLPP sekaligus SBUM. Artinya memungkinkan untuk mendapatkan dua jenis subsidi saat hendak membeli rumah. Sehingga bisa cukup meringankan MBR. Seperti yang tertera dalam Pasal 13, bahwa kelompok sasaran mengajukan permohonan SBUM kepada Bank Pelaksana secara bersamaan dengan pengajuan pembiayaan pemilikan rumah tapak yang didukung dana FLPP, dengan pemberontakan:

  • Surat permohonan SBUM, dan
  • Surat pengakuan kekurangan bayar uang muka.

Berdasarkan hal tersebut dapat diartikan bahwa, SBUM tidak secara otomatis diperoleh MBR ketika mengajukan FLLP. Karena masyarakat juga perlu mengajukan SBUM. Seperti dikutip dari laman Ditjen Pembiayaan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, bahwa MBR tetap harus mengajukan SBUM bersamaan dengan pengajuan KPR Bersubsidi (FLPP) sepanjang anggarannya masih tersedia. Selain itu terkait besaran SBUM yang diterima masyarakat, pemerintah telah mengatur jumlahnya. Yakni termaktub di dalam Keputusan Menteri PUPR No. 995/KPTS/M/2021 tentang Batasan Pengasilan Tertentu, Suku Bunga/Marjin Pembiayaan Bersubsidi, Masa Subsidi, Jangka Waktu Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah, Batasan Luas Tanah, Batasan Luas Lantai, Batasan Harga Jual Rumah Umum Tapak dan Satuan Rumah Susun Umum, dan Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka.

Besaran SBUM bagi masyarakat yang tinggal di Provinsi Papua dan Papua Barat yaitu sebesar Rp 10 juta. Sedangkan untuk wilayah selain kedua provinsi tersebut, mendapatkan SBUM sebesar Rp 4 juta .

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Seputar Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah, Sasaran Hingga Besaran Uangnya“, Klik untuk baca

Share:

Facebook
Twitter